11 Jenis Ikan Arwana dan Harganya untuk Dikoleksi dan Dipelihara Pecinta Ikan Hias

Jenis Ikan Arwana Super Red tetap terbaik diantara jenis-jenis yang lain, karena hanya ikan Arwana Super Red yang peminatnya sangat banyak karena merupakan Ikan Legenda. Ikan Arwana Super Red memiliki banyak kelebihan dari jenis-jenis yang lain dan bisa jadi ikan arwana dari jenis-jenis yang lain yang baru ditemukan merupakan hasil kawin silang, perubahan genetik maupun hasil proses perubahan buatan lewat tening lampu.

Bagi pecinta ikan hias, arowana atau arwana memiliki daya tarik tersendiri. Hampir setiap pecinta ikan hias memiliki setidaknya satu jenis ikan Arwana. Ikan air tawar dengan nama ilmiah Osteoglossidae ini memiliki berbagai ukuran tergantung pada jenis, tempat asal, dan lingkungan hidupnya.

Ada begitu banyak jenis ikan arwana di dunia, namun beberapa jenis yang bisa dipelihara berasal dari Asia, Amerika Selatan, Australia, hingga Afrika. Di wilayah Indonesia sendiri, jenis ikan arwana banyak ditemukan di daerah Papua dan Kalimantan Barat dan Selatan.

Jika kamu ingin menambah koleksi ikan hias, berikut ini adalah jenis ikan arwana tercantik dan terpopuler yang direkomendasikan para pecinta ikan hias.

Jenis-jenis Ikan Arwana dan Harganya

1. Ikan Arwana Red Tail Golden

Ikan arwana red tail golden dikenal juga dengan nama golden red berasal dari wilayah Pekanbaru, Riau, dan beberapa wilayah Sumatra lainnya. Sifat naturalnya yang agresif menjadikan jenis ikan arwana red tail golden ini susah untuk ditangkap.

Karakteristik warna ikan arwana red tail golden adalah biru, hijau, dan keemasan. Postur fisiknya bisa tumbuh hingga 90 centimeter (cm). Jenis ikan arwana ini biasanya dihargai sekitar Rp 4,5 juta.

2. Ikan Arwana Brazil (Silver Arowana)

Ikan arwana ini merupakan yang paling sering dijumpai di Indonesia, karena harga terjangkau. Ukuran ikan dewasa bisa mencapai 1 meter (m). Kemampuan unik dari ikan silver arowana adalah ia mampu melompat ke udara dari dalam air untuk menangkap mangsanya, seperti serangga.

Karakteristik dari jenis ikan arwana Brasil adalah bentuk tubuh dan sirip panjang dengan warna silver di seluruh tubuhnya. Jenis ikan arwana ini biasanya ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 2 juta.

3. Ikan Arwana Banjar (Banjar Red Arowana)

Arwana Banjar memiliki warna merah level 2, namun tidak tampak seperti ikan arwana merah. Panjang total jenis ikan arwana Banjar bisa mencapai 90 cm. Untuk memelihara ikan Banjar red arowana, dibutuhkan kapasitas akuarium besar karena mereka butuh bergerak dan sangat aktif.

Karakter fisik yang paling menonjol dari ikan arwana Banjar adalah warna sirip oranye, ekor yang berwarna kekuningan. Banjar red arowana harganya sama seperti arwana Brasil, yakni Rp 2 jutaan.

4. Ikan Arwana Black Golden (Golden Based Black)

Salah satu jenis ikan arwana termahal yang pernah ada. Ikan arwana black golden memiliki warna emas dengan sisi pada sisik berwarna kehitaman. Ikan ini sering ditemukan di wilayah Penang, Malaysia. Akan tetapi, tidaklah mudah menemukan ikan arwana black golden berkeliaran di rawa yang menyebabkan harganya sangat mahal, yakni sekitar Rp 18 jutaan.

5. Ikan Arwana Super Red

Arwana super red sebenarnya merupakan jenis ikan arwana legendaris di Asia. Arwana jenis ini punya warna merah yang mencolok dan atraktif, menjadi salah satu peliharaan terfavorit para kolektor. Super red arowana sendiri biasanya dapat ditemukan hidup liar di sungai Kapuas dan dekat danau di bagian Barat Kalimantan, Indonesia.

Soal harganya, arwana dengan nama latin Scleropages legendrei ini biasanya dibanderol mulai dari Rp 2 jutaan hingga Rp 48 juta.

6. Ikan Arwana Cross Back Golden

Arwana cross back golden punya cukup banyak nama, yaitu Pahang golden, Malayan bonytongue, Taiping golden, dan Malaysian gold. Ikan bernama latin Scleropages formosus ini memiliki beberapa tipe warna, namun yang paling mencolok adalah warna emas di bagian punggung yang menjadi ciri khas. Ikan ini banyak ditemukan di Malaysia, yakni di sekitaran Perak, Tyrengganu, danau Bukit Merah, hingga Johor.

Harga ikan ini cukup mahal, karena cukup sulit ditemukan di pasaran. Karena itu, harganya biasanya ditawarkan mulai dari sekitar Rp 18 juta.

7. Ikan Arwana Papua (Jardini Arowana)

Arwana jardini juga dikenal dengan sebutan arwana Papua, gulf saratonga, atau arwana Australia. Ikan bernama latin Scleropages jardinii ini memang merupakan ikan yang aslinya berasal dari Australia dan Papua. Tampilan arwana jardini sendiri mirip ikan arwana Asia, namun warnanya lebih kuning keemasan, tapi tidak terlalu terang atau mencolok.

Arwana Papua bisa tumbuh hingga ukuran 90 cm dan berat sampai 17 kilogram (kg). Ikan ini biasa dijual dengan harga sekitar Rp 4 juta.

8. Ikan Arwana Hijau (Green Arowana)

Green arowana atau arwana hijau juga merupakan jenis ikan yang berasal dari Asia. Ikan yang juga dikenal dengan nama arwana golden pino ini bisa ditemukan di sejumlah negara, seperti Thailand, Malaysia, Myanmar, Indonesia, Vietnam, dan Kamboja. Ikan ini punya warna unik, terlihat seperti perpaduan antara kuning, emas dan hijau yang samar. Ikan ini mampu tumbuh dewasa hingga panjang 90 cm.

Salah satu yang mencolok selain warnanya, green Asian arowana punya kepala yang sedikit lebih besar dibanding ikan arwana Asia lainnya. Arwana golden pino biasanya dihargai sekitar Rp 4 juta.

9. Ikan Arwana Batik (Myanmar Arowana)

Arwana Myanmar memiliki corak tubuh yang begitu unik nan cantik. Tubuhnya dipenuhi dengan sisik yang berbentuk seperti pola kain batik, itulah alasan mengapa ikan ini juga disebut dengan arwana batik. Warnanya tubuh ikan ini sendiri terlihat dominan seperti warna perunggu yang berpadu dengan warna silver.

Dengan corak yang unik, berbeda dengan semua jenis arwana lainnya, batik arowana dibanderol dengan harga sekitar Rp 56 jutaan.

10. Ikan Arwana Platinum

Arwana platinum adalah ikan arwana tercantik, dan bahkan menjadi ikan dengan harga termahal di dunia yang pernah ada. Platinum arowana memiliki warna tubuh yang begitu memukau dan terlihat mengilap seperti platinum, sesuai dengan namanya. Jika melihatnya dari dekat, kamu akan sangat kagum akan keindahan tubuh ikan ini yang punya tekstur begitu halus.

Dengan tampilannya yang sangat indah itu, tak heran jika arwana platinum dihargai sangat mahal, bahkan harganya mencapai sekitar Rp 5,7 miliar!

11. Ikan Arwana Pinoh (Nanga Pinoh River Arowana)

Arwana pinoh sebenarnya merupakan jenis ikan arwana Kalimantan Barat juga. Arwana jenis ini punya warna abu-abu bertutul abu-abu agak gelap yang baru ditemukan di sungai Nanga Pinoh. Pinoh arowana sendiri biasanya dapat ditemukan hidup liar di sungai Kapuas dan dekat danau di bagian Nanga Pinoh Kalimantan Barat, Indonesia.

Soal harganya, arwana pinoh yang baru ditemukan ini belum memiliki pasar yang bagus dikarenakan warna yang kurang menarik dan biasanya dibanderol mulai dari Rp 500 ribuan hingga Rp 2 juta.

Itulah jenis-jenis ikan arwana dan harganya, Aquaticers. Bagaimana, indah sekali bukan dan pasti kamu kaget akan harganya yang bisa begitu mahalnya? Bagi kamu yang tertarik, memelihara berbagai jenis ikan arwana sebetulnya tidak sulit, namun harus sangat memerhatikan lingkungan dan asupan makanannya.

Untuk itu, temukan berbagai kebutuhan memelihara ikan arwana seperti akuarium dan hiasan akuarium dengan harga termurah hanya di Arwana Dansen!

Indonesia Kejar Percepatan Pembangunan Ekonomi di Perbatasan Kalimantan

INDONESIA KEJAR PROSES PERCEPATAN PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN DIPERBATASAN KALIMANTAN 

Cantiknya negeri ini.. begitulah satu kata yang paling baik untuk memfantasikan negeri tercinta Indonesia.. Bagaimana tidak, kita lihat saja dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau yang indah, hijau, dan segar. Setidaknya itu lah yang terlihat secara global. beberapa waktu lalu saya diberikan kesempatan untuk menikmati Indonesia sampai ke wilayah perbatasan antara provinsi Kalimantan Barat dan Malaysia. Kegiatan tersebut tidak lain untuk mencari sumber energi baru yang dapat dimanfaatkan untuk wilayah perbatasan, juga untuk mendukung ketahanan Indonesia. Lokasi berada di Desa Jasa, Kecamatan Senaning, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Perjalanan munggunakan jalan darat kurang lebih satu hari dari Pontianak. Jalan darat yang sangat-sangat rusak, hanya dapat ditempuh oleh mobil 4×4. Ini menjadi PR besar bagi pemerintah setempat. Belum lagi disisi jalan berupa kebun kelapa sawit yang semuanya dipegang oleh orang Malaysia. Pada saat kami sedang melintasi jalan ini, terdapat mobil plat Malaysia (mungkin bosbosnya) lagi kontrol, alangkah mudahnya coba.

Suku Dayak Kalimantan - Generaly Galaxy Pontianak

Suku Dayak Kalimantan – Generaly Galaxy Pontianak

Sampai ke desa tersebut harus menggunakan perahu kecil. Alangkah cantiknya perjalanan menembus desa tersebut. Disekeliling kita masih lihat pohon-pohon besar yang gagah, sungai yang bersih, udara yang segar.

Batubara di perbatasan ini tidak tebal, ketebalan kurang dari 1 meter, tetapi dari kenampakan fisiknya sangat baik. Benar saja, kalori batubara mencapai 7552 kal/gram, sehingga masuk pada batubara peringkat tinggi (high rank coal). Batubara ini terletak pada Formasi Ketungau. Kemiringan lapisan relatif datar, sehingga dapat diperkirakan penyebaran lateralnya cukup baik, hal ini dibuktikan dengan penyusuran Sungai Ketungau sepanjang kurang lebih 5 km, masih terdapat batubara disisi-sisi dinding sungai atau anak-anak Sungai Ketungau kearah utara. Berdasarkan informasi terdahulu, batubara secara lateral terhampar dari Desa Riam Sejawak – Desa Jasa – Desa Waksepan / Nanga Bayan.

Saat ini sepertinya sudah ada KP (Kuasa Pertambangan) yang mempunyai daerah tersebut, tetapi belum beroperasi sedikit pun. Kemungkinan besar dikarenakan sulitnya akses, dan tidak ekonomisnya daerah ini. Sangat disayangkan memang, Desa Jasa yang pada saat tersebut belum teraliri listrik PLN (ada mikrohidro, tapi rusak, dan tidak dapat diperbaiki), semestinya dapat dibantu oleh adanya sumber daya energi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lokal.

Desa Jasa ini merupakan desa paling utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia (info dari kepala desa), maka dari itu, disinilah terdapat tugu Garuda Indonesia yang merupakan simbol negara kita.

Tugu ini konon dibangun agar penduduk Indonesia dan Malaysia dapat melihat dari kejauhan bahwa “anda telah memasuki kawasan Republik Indonesia”. Lagi-lagi kondisi tugu yang baru beberapa saat diresmikan tersebut sudah terlihat rusak dibeberapa titik.

 

PROSES PERCEPATAN PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN DIPERBATASAN MENJADI HARGA MATI YANG TIDAK BOLEH DITAWAR-TAWAR

Malam gelap, tidak ada tv, dan hal hiburan lain, termasuk telepon genggam yang tidak dapat sinyal, merupakan hal yang sudah biasa. Kesibukan malam dilakukan dengan bercanda-gurau dengan warga setempat. Berdasarkan canda-gurau dengan warga tersebut, didapati informasi bahwa kebanyakan dari mereka juga bekerja untuk Malaysia. Ada yang bekerja sebagai buruh, perkebunan kelapa sawit, dan sebagainya. Untuk bahan pokok makanan, mereka juga lebih dekat ambil ke negeri seberang. Jalan ke Malaysia berupa jalan setapak yang juga merupakan jalan menuju pos lintas batas TNI. Begitu juga dengan petugas lintas batas TNI yang bertugas disana, mereka akan lebih senang (karena dekat) berbelanja kebutuhan pokok ke Malaysia. Menurut pengakuan mereka, Malaysia jauh lebih baik, dari Indonesia.

Lihatlah disamping sana sudah jalan tol yang megah, sedangkan disisi kita berupa hutan belantara yang gelap tanpa listrik. Malaysia sendiri tidak punya pos lintas batas, tetapi menurut anggota TNI yang berjaga, mereka sewaktu-waktu ada sesuatu diperbatasan, tank, helikopter, pesawat jet, dan segala kekuatan tentara mereka sudah siap mendarat diatas jalan tol tersebut.

Kembali lagi ke masalah batubara. Adanya isu bahwa pertambangan batubara mereka (Malaysia) masuk sampai ke Indonesia, inilah tantangan yang harus kita buktikan. Batubara dari tambang Silantek di Malaysia merupakan batubara dari Formasi Silantek. Batubara disana memiliki ciri yang hampir mirip, tetapi ketebalannya mencapai 2 meter atau lebih. Kemiringan lapisan batubara sama, relatif landai. Kemungkinan besar, peringkat batubara lebih tinggi dari batubara Formasi Ketungau di wilayah Indonesia.

Beberapa perbedaan ini memungkinkan pengendapan atau sejarah geologi yang berbeda antara batubara di Malaysia dengan di Indonesia. Hal lain yang membuktikan adalah perbedaan kedalaman formasi batubara itu sendiri. Batubara di tambang Silantek 1000 meter lebih dibawah puncak Pegunungan Tutoop, berbeda dengan yang di wilayah Indonesia, batubara lebih diatasnya. Sehingga apabila dikorelasikan Formasi Silantek setara dengan Formasi Kantu jauh di selatan Desa Jasa. Apa lagi kemungkinan batubara di Formasi Silantek melensa karena kemiringan yang datar dan pengendapan yang berbeda-beda. Berdasarkan peninjauan terkini (berdasarkan komunikasi dengan yang baru-baru kesana), tambang Silantek masih bersifat tambang batubara konvensional, yang memakai kereta kecil untuk mengangkut batubara, dan tidak ada tambang dalam yang dapat menembus ribuan kilometer kebawah.

Akhirnya, kembali lagi ke keyakinan diri kita, apakah kita masih bisa berjaya di negeri sendiri, atau… hmm.. silahkan direnungkan… Iklan Promo : Komplek Perumahan Griya Petani 3 Pontianak Kalimantan Barat

PROSES PERCEPATAN PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN DIPERBATASAN MENJADI HARGA MATI YANG TIDAK BOLEH DITAWAR-TAWAR, ATAU KITA AKAN RUGI DIKARENAKAN WILAYAH KITA DIDUDUKI OLEH NEGARA YANG MENGAMBIL WILAYAH KITA DENGAN CARA YANG TANPA KITA SADARI ADALAH PENJAJAHAN SECARA EKONOMI YANG TIDAK KITA SADARI.

“INGATLAH MUSUH UTAMA BANGSA INDONESIA ADALAH PENJAJAHAN EKONOMI DARI ASING, PEJABAT BERKUASA DAN PENGUSAHA BERKUASA YANG TELAH MENYENGSARAKAN RAKYAT DIKARENAKAN KESERAKAHAN“