6 Katagori Kekerasan Verbal Pada Anak | Asuransi Generali Pontianak

Kekerasan emosional bisa berdampak buruk bagi masa depan anak, hindari melakukan enam jenis kekerasan emosional ini agar anak bisa tumbuh dengan perasaan aman dan penuh cinta.

Kekerasan tidak hanya berbentuk fisik seperti pemukulan, ada bentuk kekerasan lain yang dampaknya lebih merugikan, yakni kekerasan emosional. Kekerasan emosional pada anak terjadi saat orangtua ingin agar anak selalu bergantung padanya, sehingga menggunakan segala cara agar anak tidak berpaling ke orang lain.

Siapa yang sering melakukan kekerasan emosional terhadap anak?

Selain bullyingsecara verbal di sekolah, anak bisa mendapatkan kekerasan emosional dari orangtua. Yang sering melakukan hal ini adalah tipe orangtua narsis, yang selalu ingin agar anak dekat dengannya, dan selalu bergantung padanya.

Orangtua narsis memiliki watak obsesif, posesif dan manipulatif. Ia melakukan segala cara agar anak tidak bisa mandiri, sehingga selalu bergantung pada orangtua.

Orangtua narsis juga seringkali memaksakan obsesi atau impian pribadinya terhadap anak, memaksa anak berperilaku dan berpenampilan sesuai keinginannya. Sehingga anak tidak memiliki kebebasan untuk menentukan apa yang ia sukai dan apa yang ia tidak sukai.

Jenis-jenis kekerasan emosional yang dilakukan orangtua narsis

Kekerasan emosional bisa berpengaruh buruk terhadap perkembangan mental anak, sehingga lebih baik dihindari. Mengacu pada The Minds Journal, berikut ini adalah 6 jenis kekerasan emosional yang sering dilakukan oleh orangtua narsis.

1. Penolakan

Orangtua narsis yang menampakkan perilaku penolakan terhadap anak, seringkali secara sadar atau tidak sadar membuat anak merasa bahwa dirinya tidak diinginkan. Parahnya lagi, tidak hanya dengan satu cara namun dengan berbagai macam cara.

Bersikap merendahkan anak, atau mengacuhkan kebutuhannya adalah salah satu tipe kekerasan emosional yang mungkin terjadi. Contoh lainnya ialah, menyuruh anak pergi, atau lebih parah lagi, memintanya enyah dari hadapan orangtua.

Memanggilnya dengan nama-nama yang tak pantas, mengatakan bahwa ia tidak berguna, menjadikan anak sebagai kambing hitam, atau menyalahkan dia atas masalah yang terjadi pada saudaranya atau masalah keluarga. Semua hal tersebut adalah kekerasan emosional yang sangat menyakitkan bagi anak.

Menolak untuk bicara atau memeluk anak yang masih kecil saat ia tumbuh, juga bisa dikategorikan sebagai kekerasan. Berikut adalah rincian perilaku penolakan yang bisa berdampak buruk bagi perkembang mental anak.

  • Kritik yang diberikan secara terus menerus
  • Memanggil dengan nama buruk
  • Mengatakan pada anak bahwa dia jelek
  • Membentak atau mengutuk anak
  • Terus-terusan merendahkan anak, seperti menjulukinya bodoh atau idiot
  • Candaan yang merendahkan
  • Mengucapkan kata-kata yang mempermalukan anak di depan orang lain
  • Menggoda anak mengenai penampilan fisik, atau berat badannya
  • Menyatakan penyesalan karena anak tidak terlahir dengan jenis kelamin yang berbeda
  • Menolak untuk memeluk atau menunjukkan sikap penuh kasih sayang
  • Dengan sengaja meninggalkan anak sendirian di rumah, atau di tengah keramaian
  • Tidak mengikutsertakan anak dalam aktivitas keluarga
  • Memperlakukan anak yang sudah besar (remaja atau dewasa muda) seperti anak kecil
  • Mengucilkan anak dari keluarga
  • Tidak mengijinkan anak membuat keputusan sendiri yang masuk akal

2. Mengabaikan anak/orangtua bersikap acuh

Orang dewasa yang memiliki masalah pada pemenuhan emosi, seringkali tidak mampu merespon kebutuhan emosional anak. Mereka tidak bisa menunjukkan keterikatan yang baik atau memberikan pengasuhan yang positif.

Mereka akan menunjukkan sikap tak tertarik pada sang anak, atau menahan kasih sayang mereka. Atau bahkan gagal untuk mengenali kehadiran anak mereka sendiri.

Seringkali, orangtua hanya hadir secara ragawi, namun secara emosional mereka tidak ada. Mereka tidak bisa merespon atau berinteraksi dengan anak, secara terus menerus. Hal ini merupakan kekerasan terhadap emosional dan psikologis anak.

Berikut ini adalah contoh perilaku pengabaian terhadap anak.

  • Tidak merespon perilaku spontan balita saat berada di kegiatan sosial
  • Tidak menunjukkan perhatian pada momen penting dalam kehidupan anak
  • Tidak peduli pada kegiatan sekolah anak, teman-temannya, dan lain-lain
  • Menolak untuk membicarakan aktifitas anak dan juga hal-hal yang menarik bagi anak
  • Merencanakan liburan atau kegiatan lain tanpa mengikutsertakan anak
  • Tidak menerima anak sebagai keturunan
  • Tidak memberikan perawatan kesehatan yang dibutuhkan anak seperti perawatan gigi dan sebagainya.
  • Tidak melibatkan diri pada keseharian anak
  • Gagal melindungi anak

kekerasan emosional terhadap anak

Mengabaikan anak dan menolak terlibat dalam kesehariannya adalah salah satu bentuk kekerasan emosional

3. Membuat anak menjadi gentar/memberikan teror pada anak

Orangtua yang menggunakan ancaman, bentakan, atau mengucapkan kata-kata kasar seperti mengutuk atau sumpah serapah, semua itu akan memberikan dampak serius yang merusak pada psikologis anak.

Mengancam, mengkritik, menghukum anak hanya karena anak menunjukkan emosi yang normal, adalah tindak kekerasan yang tidak dapat diterima. Meski dikeluarkan dalam bentuk kelakar, bisa membuat anak ketakutan dan terintimidasi. Inilah kekerasan emosional terburuk.

Mereka yang menyaksikan atau mendengar kekerasan yang terjadi di dalam sebuah rumah, namun tidak melakukan apapun, juga bisa dianggap sebagai pelaku.

Diantara teror yang bisa membuat anak menjadi gentar dan ketakutan ada di bawah ini:

  • Menggoda anak secara berlebihan
  • Berteriak, membentak, mengeluarkan sumpah serapah atau menakut-nakuti
  • Respon yang tidak terduga dan berlebihan pada perilaku anak
  • Ancaman verbal yang ekstrim, seperti akan membuang anak, mengancam akan menghancurkan benda favorit anak, mengancam membunuh peliharaan kesayangannya, mengancam mengusir anak dari rumah
  • Amukan marah yang berganti-ganti dengan sikap hangat
  • Mencaci maki anggota keluarga di depan anak, atau anak bisa mendengarnya dari ruangan lain
  • Memaksa anak menonton tayangan tak manusiawi
  • Membuat tuntutan-tuntutan yang tidak konsisten pada anak
  • Menampakkan emosi yang berubah-ubah di depan anak
  • Mempermalukan anak di depan publik

Sebuah survei melalui telepon pada tahun 1995 menyatakan bahwa saat usia anak mencapai 2 tahun, 90% keluarga telah menggunakan satu atau dua bentuk serangan psikologis pada 12 bulan belakangan.

4. Mengasingkan anak

Orangtua yang melakukan kekerasan dengan cara pengasingan, anak tidak akan diperbolehkan terlibat dalam kegiatan apapun dengan teman sebayanya. Mengurung bayi di kamar, tidak memberinya rangsangan apapun yang bisa membantu pertumbuhannya.

Mencegah anak remaja untuk ikut kegiatan ekstrakurikuler. Mengharuskan anak tetap berada di kamar sejak pulang sekolah hingga keesokan harinya, membatasi asupan makanannya. Atau memaksa anak mengasingkan diri dengan cara menjauhkannya dari teman dan keluarga.

Hal-hal seperti ini bisa sangat merusak dan dianggap sebagai kekerasan emosional, bergantung pada situasi dan tingkat keparahan.

kekerasan emosional terhadap anak

Mengasingkan anak dari dunia luar juga merupakan saah satu bentuk kekerasan emosional

Perilaku dan sikap berikut ini termasuk dalam kategori pengasingan, yang menjadi kekerasan emosional terhadap anak.

  • Meninggalkan anak sendirian dalam waktu lama
  • Menjauhkan anak dari keluarga
  • Tidak membolehkan anak memiliki teman, ataupun berinteraksi dengan anak lain
  • Memastikan anak memiliki sikap dan penampilan berbeda dari rekan sebayanya
  • Menuntut untuk belajar atau melakukan tugas secara berlebihan
  • Mencegah anak berpartisipasi dalam kegiatan di luar rumah
  • Menghukum anak karena dia mengikuti kegiatan sosial bersama teman

4. Memberi pengaruh buruk pada anak

Orangtua yang memberi pengaruh buruk pada anak dengan memperlihatkan kepada mereka perilaku buruk seperti mengonsumsi alkohol, narkoba, sikap buruk pada binatang, memperlihatkan konten seksual yang tidak pantas, atau terlibat dalam tindakan kriminal seperti mencuri, penyerangan, judi, dan lain-lain.

Mendorong anak yang masih di bawah umur untuk melakukan hal-hal terlarang adalah kekerasan, dan harus dilaporkan kepada polisi. Berikut adalah pengaruh buruk orangtua yang dikategorikan kekerasan emosional.

  • Memuji atau memberi hadiah saat anak melakukan bullying atau perilaku melecehkan kepada orang lain, mencuri, atau berbohong. Juga saat anak melakukan kegiatan seksual atau kekerasan
  • Mengajarkan anak untuk bersikap rasis, bias etnik dan fanatik terhadap suku atau agama sendiri
  • Mendorong anak untuk bersikap kasar saat melakukan kegiatan olahraga bersama teman
  • Memberi anak narkoba, alkohol dan barang ilegal lainnya

6. Eksploitasi

Eksploitasi anak bisa berbentuk manipulasi atau aktifitas yang dipaksakan, tanpa mempedulikan kebutuhan anak untuk berkembang. Contohnya, meminta anak berumur 8 tahun untuk bertanggung jawab menyiapkan makan malam keluarga, hal ini tidak patut dilakukan.

Memberi tanggung jawab pada anak melebihi kemampuan dan usianya, atau menggunakan anak untuk mendapatkan keuntungan. Hal ini disebut kekerasan. Berikut adalah bentuk eksploitasinya.

  • Mengharapkan anak kecil dan balita untuk tidak menangis adalah keliru
  • Marah saat balita tidak bisa berkembang sesuai umurnya termasuk kekerasan emosional
  • Menuntut anak untuk menjaga adiknya yang lebih kecil, atau malah merawat orangtuanya
  • Menyalahkan anak atas perilaku salah yang dilakukan saudaranya
  • Memberi tanggung jawab yang tidak masuk akal pada anak
  • Mengharapkan anak menjadi tulang punggung keluarga
  • Mendukung anak untuk berpartisipasi dalam pornografi
  • melakukan kekerasan seksual pada anak atau remaja

***

Itulah keenam jenis kekerasan emosional yang dilakukan terhadap anak, bila Anda secara tak sadar telah melakukannya, segera hentikan. Bila melihat tetangga atau orang terdekat melakukannya, laporkan.

Anak berhak untuk tumbuh dengan perasaan bebas, mandiri, dan merasa dicintai. Bila sejak dini ia telah menerima kekerasan baik secara emosional maupun fisik, perkembangan mentalnya akan terganggu, dan ia bisa menjadi orang berperilaku buruk di masa depan.

Mari, stop kekerasan pada anak dengan cara apapun.

Artikel by :

https://id.theasianparent.com/6-jenis-kekerasan-emosional-pada-anak/

KPAI : Komisi Perlindungan Anak Indonesia

Advertisements

Tips Kesehatan : 16 Tanaman Yang Dikonsumsi Untuk Meningkatkan Kesuburan

Info 16 Tanaman Yang Dapat Dikonsumsi Untuk Meningkatkan Kesuburan Agar Cepat Hamil

Vebma | 5 months ago

Hampir setiap hari kita mengkonsumsi berbagai jenis tanaman sebagai bahan makanan. Ternyata tanpa disadari banyak tanaman disekitar kita yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan organ reproduksi. Berikut adalah  beberapa jenis tanaman yang bisa digunakan untuk meningkatkan kesuburan bagi pria dan wanita agar cepat memiliki keturunan.

  1. Kemangi   

Kemangi merupakan tanaman berbentuk perdu, tumbuh tegak dengan tinggi mencapai 100 m. Daunnya berwarna hijau dan bunganya tumbuh pada tandan. Kemangi banyak tumbuh di daerah Asia dan Amerika. Tanaman yang memilik aroma yang khas ini biasanya digunakan sebagai bahan makanan. Kemangi mengandung zat boron yang berguna untuk menyuburkan kandungan karena berfungsi merangsang hormon esterogen. Selain itu, Zat arigin yang terkandung dalam kemangi mampu memperkuat sel sperma pada pria.

Cara pembuatan :

  1. Ambil beberapa genggam daun kemangi dan cuci bersih

  2. Tumbuh daun kemangi sampai hancur

  3. Tambahkan sedikit air hangat kemudian saring

  4. Tambahkan setengah gelas air dan siap diminum

  5. Minumlah setiap pagi atau sore hari

  1. Alpukat

Alpukat banyak ditemukan di daerah beriklim tropik seperti Indonesia. Tanaman ini memiliki tinggi mencapai 20 m, berbatang kayu berwarna cokelat, daunnya berwarna hijau dan kulit buahnya ada yang berwarna hijau dan ada juga yang berwarna kemerahan dengan daging buah berwarna hijau kekuningan. Alpukat mengandung alkaloid, flavonoida polifenol, saponin dan tannin yang dapat membantu meningkatkan kesuburan untuk wanita. Alpukat juga mengandung lemak baik dan asam folat yang dibutuhkan sebagai kesehatan rahim untuk wanita yang ingin mempersiapkan kehamilan. Alpukat dapat dikonsumsi setiap hari sebagai jus, salad buah atau dimakan langsung.

  1. Bayam Merah

Bayam merah memiliki daun yang berwarna merah, batang dengan tinggi 30 cm dan banyak tersebar di daerah Asia. Tanaman ini bermanfaat untuk kesuburan rahim, meningkatkan fungsi reproduksi dan kesehatan organ intim. Bayam merah banyak mengandung vitamin E, zat besi dan asam folat yang sangat berperan penting dalam meningkatkan kesuburan alat reproduksi wanita karena berfungsi membantu produksi hormon esterogen. Bayam merah dapat dikonsumsi setiap hari sebagai bahan masakan.

  1. Kecambah atau Tauge

Kecambah atau tauge berasal dari biji kacang hijau yang baru mulai tumbuh untuk menjadi tanaman baru. Kecambah atau tauge biasanya digunakan sebagai bahan masakan. Kandungan vitamin E pada kecambah dapat membantu meningkatkan kesuburan pria maupun wanita. Kecambah dapat dimasak matang atau langsung dimakan sebagai lalapan setiap hari untuk membantu meningkatkan kesuburan reproduksi.

  1. Jinten putih

Jinten putih banyak tersebar didaerah Asia Tenggara. Jintan putih biasa digunakan sebagai bumbu masakan oleh orang Indonesia. Jinten putih dapat digunakan untuk memperlancar haid dan meningkatkan kesuburan pada pria dan wanita.

  1. Pegagan

Pegagan banyak tumbuh di ladang, kebun atau pematang sawah. Pegagan tersebar didaerah beriklim tropik dan banyak dijumpai di Indonesia. Tanaman ini bermanfaat untuk membantu merangsang produksi kolagen dan membantu regenerasi sel telur pada wanita karena mengandung zat madecassosside. Selain itu, tanaman ini juga mengandung karoten yang dapat melindungi sel sperma dan sel telur dari radikal bebas. Daun pegagan biasanya dapat dimakan langsung sebagai lalapan atau asinan.

  1. Bangle

Bangle (zingiber purpureum roxb) banyak tumbuh didaerah tropic dan tersebar  di India dan Indonesia. Tanaman yang dimanfaatkan rimpangnya ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan. Bangle  berfungsi untuk mengatasi masalah kesuburan karena memiliki sifat antipiretik, analgesik, antibakteri dan banyak mengandung vitamin C.

Cara penggunaan

  1. Siapkan bangle, kencur dan rumput teki masing-masing sebanyak 10 gram

  2. Cuci bersih semua bahan tersebut dan ditumbuk

  3. Lalu seduh dengan air panas sebanyak satu gelas dan disaring, setelah dingin tambahkan madu agar tidak terlalu pahit, dan minumlah ramuan tersebut.

  4. Pisang

Pisang banyak tersebar dihampir seluruh wilayah Indonesia. Tanaman ini memiliki batang yang lurus, daun yang panjang dan lebar. Buahnya ada yang berwarna kuning dan ada yang berwarna hijau yang tumbuh pada sebuah tandan. Pisang mengandung asam folat dan vitamin B6 yang berperan penting untuk mengatur hormon reproduksi. Kekurangan vitamin B6 dapat membuat siklus menstruasi menjadi tidak lancar dan mengganggu pertumbuhan sperma dan sel telur. Pisang dapat dikonsumsi setiap hari sebagai buah pencuci mulut atau sebagai bahan untuk membuat aneka jenis makanan.

  1. Brokoli

Brokoli adalah jenis sayuran yang mirip dengan kembang kol tetapi batang dan daunnya berwarna hijau. Brokoli sudah banyak ditemukan di Indonesia dan pada umumnya tumbuh didaerah dataran tinggi yang sejuk. Brokoli banyak mengandung asam folat yang membantu meningkatkan proses ovulasi, mencegah keguguran dan masalah genetik pada bayi. Asam folat dapat meningkatkan jumlah produksi sperma yang normal bagi pria. Brokoli dapat dikonsumsi setiap hari sebagai bahan masakan.

  1. Zaitun

Zaitun merupakan tumbuhan yang biasa tumbuh didaerah iklim panas seperti Afrika, Asia dan Laut tengah. Buah zaitun menghasilkan minyak yang mengandung lemak tak jenuh tunggal yang mampu mengurangi peradangan diseluruh tubuh termasuk peradangan yang mengganggu sistem ovulasi, proses pembuahan dan perkembangan embrio pada awal kehamilan. Lemak tak jenuh tunggal juga mampu meningkatkan sensitivitas insulin. Minyak buah zaitun dapat dikonsumsi setiap hari sebagai minyak untuk menggoreng, campuran salad dan bahan untuk membuat makanan.

  1. Kurma Muda 

Kurma merupakan jenis tanaman palem yang banyak tumbuh didaerah Timur Tengah. Kurma muda mengandung hormon bitosin yang berperan untuk gerak peristaltik dalam rahim dan aliran darah.  Kurma muda baik dikonsumsi bagi wanita yang ingin melakukan program hamil dan wanita yang akan melahirkan karena kurma muda juga membantu memproduksi hormon oksitosin yang akan membantu memperluas leher rahim pada saat persalinan.

  1. Labu Kuning

Labu kuning banyak tumbuh di Indonesia, memiliki daun yang hijau lebar dan tumbuh menjalar. Labu kuning memiliki biji yang kaya akan zat besi non-heme yang dapat meningkatkan peluang hamil bagi seorang wanita. Biji labu kuning ini dapat dikonsumsi sebagai cemilan.

Cara penggunaan :

  1. Ambil biji labu kuning dari dalam buahnya

  2. Cuci bersih dan keringkan

  3. Kemudian panggang biji didalam oven hingga renyah

  4. Kacang Polong

Kacang polong banyak tumbuh di Eropa, tetapi saat ini kacang polong sudah banyak dibudidayakan di Indonesia didaerah dataran tinggi dengan iklim sejuk. Kacang polong kaya akan kandungan zinc yang berfungsi memperbaiki bentuk sperma, meningkatkan volume, fungsi dan kualitas sperma pada pria. Sedangkan pada wanita, zinc berperan dalam membantu menyeimbangkan hormone esterogen dan progesterone yang berperan penting dalam proses kehamilan. Kacang polong dapat dikonsumsi sebagai bahan masakan dan bahan pembuat cemilan.

  1. Asparagus

Asparagus mengandung asam folat yang berfungsi untuk mengurangi resiko kegagalan ovulasi. Asparagus sangat baik dikonsumsi wanita yang sedang dalam program untuk hamil. Selain itu, asparagus juga banyak mengandung vitamin seperti vitamin vitamin B6, kalsium, magnesium dan seng,  protein, vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin K, thiamin, riboflavin, rutin, niacin, besi, fosfor, kalium, tembaga, mangan dan selenium. Sayuran ini dapat dikonsumsi sebagai bahan masakan.

  1. Jeruk

Jeruk merupakan buah yang banyak mengandung vitamin C sehingga dapat meningkatkan jumlah sperma dan meningkatkan kemampuan sperma untuk bergerak dengan benar kearah sel telur. Jeruk dapat dikonsumsi setiap hari sebagai buah, jus atau sirup.

  1. Kacang Almond

Kacang almond banyak mengandung vitamin E yang berfungsi untuk meningkatkan kesuburan dan mencegah radikal bebas. Vitamin E membantu meningkatkan kesehatan sperma pada pria dan berperan dalam menjaga kesehatan sel telur pada wanita. Kacang almond dapat dikonsumsi sebagai cemilan, bahan campuran untuk kue atau minuman.

Demikianlah beberapa jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk membantu pasangan suami istri untuk meningkatkan kesuburan. Semoga dengan berusaha dan berdoa dapat membantu anda agar segera mendapatkan keturunan.

Baca juga :

 Tips mengatasi mual saat hamil

Dikutip oleh : Bonita Generali

Phone Call : 082254825710 / 0561-8172054