Cara Mengatur dan Mengelola Keuangan Keluarga | Konsultan Cerdas Finansial Generali Indonesia

Mengikuti Asuransi sangatlah mudah, namun efisiensi anggaran untuk pembayaran preminya pun harus dapat disesuaikan dengan besarnya pendapatan penghasilan (income) bulanan yang didapat. Sebaiknya setiap nasabah dalam memilih nilai premi dan fasilitas asuransi yang didapat seharusnya dapat disesuaikan dengan income dan berapa yang dapat disisihkan untuk membayar fasilitas asuransi yang sesuai dengan pendapatannya. Oleh karena itu setiap nasabah membutuhkan ilmu menejemen keuangan yang baik, karena apabila ilmu menejemennya kurang baik maka dapat berakibat terjadinya keterlambatan pembayaran premi dan akhirnya asuransi yang sudah kita ikuti sekian lamanya dapat ditutup akibat dari kurang efektif dan efisiennya kita dalam mengatur dan mengelola keuangan rumah tangga.

Bagi setiap anggota nasabah asuransi yang sudah mengetahui betapa bermanfaatnya asuransi bagi kehidupan kita karena dengan mengikuti asuransi berarti kita siap menabung untuk jaminan kehidupan jangka panjang, namun apabila kita kurang pandai dalam mengaturnya dapat berakibat pada keterlambatan pembayaran premi yang bisa juga pada akhirnya asuransi yang kita ikuti ditutup dan fasilitas yang didapat dari asuransi akan hilang, bukan itu saja dana yang sudah kita masukkan ke dalam asuransi apabila kita tidak melakukan pembayaran, investasi yang ada didalam asuransi tersebut dapat tersedot oleh biaya administrasi dari perusahaan asuransi yang kita telah ikuti baik asuransi pemerintah maupun asuransi swasta.

Jadi bijaksanalah dan lebih mengedepankan dana yang harus disiapkan setiap bulannya untuk pembayaran premi asuransi agar tidak ditutup dan hangus sebelum kita menggunakannya untuk kebutuhan yang lain, karena apabila terjadi sesuatu yang tanpa kita duga dalam kehidupan kita justru asuransi ini akan sangat membantu meringankan beban yang ada pada saat kita membutuhkn biaya yang cukup besar, terutama biaya pengobatan di rumah sakit.

Pemerintah sendiri menyarankan serta mewajibkan setiap masyarakat untuk mengikuti asuransi untuk kesejahteraan hidup keluarganya agar pelayanan kesehatan dapat ditangani dengan pelayanan terbaik melalui program BPJS yang setiap bulan harus dibayarkan dengan biaya yang dapat terjangkau namun tetap harus dibayarkan seumur hidup apabila kita ingin mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

Namun tidak semua jaminan pelayanan kesehatan dapat dipenuhi oleh pelayanan BPJS milik pemerintah, ada beberapa jenis penyakit yang tidak dapat dilayani oleh asuransi BPJS milik pemerintah dan kita yang bijak dalam mengatur menejemen tersebut harus dapat menutupinya dengan mengikut sertakan asuransi swasta untuk dapat mengcover fasilitas pelayanan yang tidak dapat dipenuhi oleh BPJS, dalam arti kata keberadaan asuransi pemerintah pembayaran preminya tidak ada batas waktu sedangkan untuk asuransi swasta memiliki limit kontrak yang pada akhirnya kita terbebaskan oleh premi setiap bulannya. Dan bagaimana juga kita dapat memilih asuransi swasta yang dapat mengembalikan dana premi kita yang sudah kita bayarkan kepada BPJS melalui asuransi swasta yang kita ikuti…untuk mengetahui lebih lanjut silahkan Anda hubungi : Ibu Bonita Yuanti Dewi (Generali Galaxy Pontianak) 0822-5482-5710

Advertisements

Indonesia Kejar Percepatan Pembangunan Ekonomi di Perbatasan Kalimantan

INDONESIA KEJAR PROSES PERCEPATAN PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN DIPERBATASAN KALIMANTAN 

Cantiknya negeri ini.. begitulah satu kata yang paling baik untuk memfantasikan negeri tercinta Indonesia.. Bagaimana tidak, kita lihat saja dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau yang indah, hijau, dan segar. Setidaknya itu lah yang terlihat secara global. beberapa waktu lalu saya diberikan kesempatan untuk menikmati Indonesia sampai ke wilayah perbatasan antara provinsi Kalimantan Barat dan Malaysia. Kegiatan tersebut tidak lain untuk mencari sumber energi baru yang dapat dimanfaatkan untuk wilayah perbatasan, juga untuk mendukung ketahanan Indonesia. Lokasi berada di Desa Jasa, Kecamatan Senaning, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Perjalanan munggunakan jalan darat kurang lebih satu hari dari Pontianak. Jalan darat yang sangat-sangat rusak, hanya dapat ditempuh oleh mobil 4×4. Ini menjadi PR besar bagi pemerintah setempat. Belum lagi disisi jalan berupa kebun kelapa sawit yang semuanya dipegang oleh orang Malaysia. Pada saat kami sedang melintasi jalan ini, terdapat mobil plat Malaysia (mungkin bosbosnya) lagi kontrol, alangkah mudahnya coba.

Suku Dayak Kalimantan - Generaly Galaxy Pontianak

Suku Dayak Kalimantan – Generaly Galaxy Pontianak

Sampai ke desa tersebut harus menggunakan perahu kecil. Alangkah cantiknya perjalanan menembus desa tersebut. Disekeliling kita masih lihat pohon-pohon besar yang gagah, sungai yang bersih, udara yang segar.

Batubara di perbatasan ini tidak tebal, ketebalan kurang dari 1 meter, tetapi dari kenampakan fisiknya sangat baik. Benar saja, kalori batubara mencapai 7552 kal/gram, sehingga masuk pada batubara peringkat tinggi (high rank coal). Batubara ini terletak pada Formasi Ketungau. Kemiringan lapisan relatif datar, sehingga dapat diperkirakan penyebaran lateralnya cukup baik, hal ini dibuktikan dengan penyusuran Sungai Ketungau sepanjang kurang lebih 5 km, masih terdapat batubara disisi-sisi dinding sungai atau anak-anak Sungai Ketungau kearah utara. Berdasarkan informasi terdahulu, batubara secara lateral terhampar dari Desa Riam Sejawak – Desa Jasa – Desa Waksepan / Nanga Bayan.

Saat ini sepertinya sudah ada KP (Kuasa Pertambangan) yang mempunyai daerah tersebut, tetapi belum beroperasi sedikit pun. Kemungkinan besar dikarenakan sulitnya akses, dan tidak ekonomisnya daerah ini. Sangat disayangkan memang, Desa Jasa yang pada saat tersebut belum teraliri listrik PLN (ada mikrohidro, tapi rusak, dan tidak dapat diperbaiki), semestinya dapat dibantu oleh adanya sumber daya energi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lokal.

Desa Jasa ini merupakan desa paling utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia (info dari kepala desa), maka dari itu, disinilah terdapat tugu Garuda Indonesia yang merupakan simbol negara kita.

Tugu ini konon dibangun agar penduduk Indonesia dan Malaysia dapat melihat dari kejauhan bahwa “anda telah memasuki kawasan Republik Indonesia”. Lagi-lagi kondisi tugu yang baru beberapa saat diresmikan tersebut sudah terlihat rusak dibeberapa titik.

 

PROSES PERCEPATAN PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN DIPERBATASAN MENJADI HARGA MATI YANG TIDAK BOLEH DITAWAR-TAWAR

Malam gelap, tidak ada tv, dan hal hiburan lain, termasuk telepon genggam yang tidak dapat sinyal, merupakan hal yang sudah biasa. Kesibukan malam dilakukan dengan bercanda-gurau dengan warga setempat. Berdasarkan canda-gurau dengan warga tersebut, didapati informasi bahwa kebanyakan dari mereka juga bekerja untuk Malaysia. Ada yang bekerja sebagai buruh, perkebunan kelapa sawit, dan sebagainya. Untuk bahan pokok makanan, mereka juga lebih dekat ambil ke negeri seberang. Jalan ke Malaysia berupa jalan setapak yang juga merupakan jalan menuju pos lintas batas TNI. Begitu juga dengan petugas lintas batas TNI yang bertugas disana, mereka akan lebih senang (karena dekat) berbelanja kebutuhan pokok ke Malaysia. Menurut pengakuan mereka, Malaysia jauh lebih baik, dari Indonesia.

Lihatlah disamping sana sudah jalan tol yang megah, sedangkan disisi kita berupa hutan belantara yang gelap tanpa listrik. Malaysia sendiri tidak punya pos lintas batas, tetapi menurut anggota TNI yang berjaga, mereka sewaktu-waktu ada sesuatu diperbatasan, tank, helikopter, pesawat jet, dan segala kekuatan tentara mereka sudah siap mendarat diatas jalan tol tersebut.

Kembali lagi ke masalah batubara. Adanya isu bahwa pertambangan batubara mereka (Malaysia) masuk sampai ke Indonesia, inilah tantangan yang harus kita buktikan. Batubara dari tambang Silantek di Malaysia merupakan batubara dari Formasi Silantek. Batubara disana memiliki ciri yang hampir mirip, tetapi ketebalannya mencapai 2 meter atau lebih. Kemiringan lapisan batubara sama, relatif landai. Kemungkinan besar, peringkat batubara lebih tinggi dari batubara Formasi Ketungau di wilayah Indonesia.

Beberapa perbedaan ini memungkinkan pengendapan atau sejarah geologi yang berbeda antara batubara di Malaysia dengan di Indonesia. Hal lain yang membuktikan adalah perbedaan kedalaman formasi batubara itu sendiri. Batubara di tambang Silantek 1000 meter lebih dibawah puncak Pegunungan Tutoop, berbeda dengan yang di wilayah Indonesia, batubara lebih diatasnya. Sehingga apabila dikorelasikan Formasi Silantek setara dengan Formasi Kantu jauh di selatan Desa Jasa. Apa lagi kemungkinan batubara di Formasi Silantek melensa karena kemiringan yang datar dan pengendapan yang berbeda-beda. Berdasarkan peninjauan terkini (berdasarkan komunikasi dengan yang baru-baru kesana), tambang Silantek masih bersifat tambang batubara konvensional, yang memakai kereta kecil untuk mengangkut batubara, dan tidak ada tambang dalam yang dapat menembus ribuan kilometer kebawah.

Akhirnya, kembali lagi ke keyakinan diri kita, apakah kita masih bisa berjaya di negeri sendiri, atau… hmm.. silahkan direnungkan…

PROSES PERCEPATAN PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN DIPERBATASAN MENJADI HARGA MATI YANG TIDAK BOLEH DITAWAR-TAWAR, ATAU KITA AKAN RUGI DIKARENAKAN WILAYAH KITA DIDUDUKI OLEH NEGARA YANG MENGAMBIL WILAYAH KITA DENGAN CARA YANG TANPA KITA SADARI ADALAH PENJAJAHAN SECARA EKONOMI YANG TIDAK KITA SADARI.

“INGATLAH MUSUH UTAMA BANGSA INDONESIA ADALAH PENJAJAHAN EKONOMI DARI ASING, PEJABAT BERKUASA DAN PENGUSAHA BERKUASA YANG TELAH MENYENGSARAKAN RAKYAT DIKARENAKAN KESERAKAHAN“

Gedung Generali Tower Kuningan Jakarta - Generali Galaxy Indonesia

Gedung Generali Tower Kuningan Jakarta – Generali Galaxy Indonesia

GMP (Global Medical Plan) | Produk Terbaru Generali 2016

GMP (Global Medical Plan) adalah produk asuransi Generali terbaru dengan fasilitas nilai manfaatnya maksimal 35 Milyar per-tahun bagi nasabahnya. Dengan kelebihan tambahan yaitu dapat mengcover pelayanan penyakit yang sudah ada atau sudah diderita nasabahnya.

Pontianak (generalipontianak.wordpress.com) – PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (“Generali”) meluncurkan Global Medical Plan, asuransi perlindungan perawatan kesehatan dengan wilayah manfaat di seluruh dunia.

Global Medical Plan dari Generali memberikan jaminan kesehatan di lebih dari 10.000 rumah sakit di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat. Nasabah juga dapat menikmati kemudahan pembayaran dengan sistem cashless di ratusan rumah sakit terkemuka di seluruh dunia.

“Tren biaya perawatan kesehatan secara global meningkat rata-rata sebesar 10% per tahun berdasarkan sumber data WHO. Sementara, semakin banyak masyarakat Indonesia yang mencari perawatan kesehatan yang lebih baik di luar negeri. Memahami hal ini dan belum adanya asuransi kesehatan di Indonesia yang menjamin perawatan secara berkelanjutan di luar negeri, maka kami meluncurkan Global Medical Plan” ujar Edy Tuhirman, Chief Executive Officer PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, Rabu (20/7).

Dengan Global Medical Plan, Generali menyediakan perlindungan perawatan kesehatan berkelanjutan sampai 85 tahun yang dapat juga digunakan di seluruh dunia, dengan pilihan nilai manfaat yang tertinggi di Indonesia yang mencapai Rp 35 Milyar.

Selain itu, Global Medical Plan menyediakan layanan worldwide medical second opinion, yang mana nasabah bisa mendapatkan konsultasi pendapat medis kedua tanpa dikenakan biaya dari dokter-dokter terbaik di dunia yang termasuk dalam jaringan Generali Global Health.

Diharapkan dengan ini nasabah mengurangi kemungkinan salah diagnosis dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk penyakit yang diderita.

Global Medical Plan dapat diperoleh sebagai manfaat tambahan asuransi iPLAN yang dipasarkan melalui jalur keagenan. iPLAN dilengkapi dengan Auto Risks Management System (ARMS), yang berperan sebagai cara mengelola risiko investasi dalam perjalanan finansial nasabah, agar perlindungan asuransi jangka panjang dapat terpenuhi.

Selain Global Medical Plan, secara bersamaan Generali juga meluncurkan Health Plan, manfaat pengganti penghasilan dengan nilai Rp 3,5 juta per hari, tertinggi di Indonesia. Manfaat Critical Illness, dengan limit hingga Rp 5 Milyar. Serta, CI Buy Back, yang merupakan manfaat asuransi unik satu-satunya di Indonesia yang dapat memulihkan uang pertanggungan dasar setelah terjadi klaim penyakit kritis.

Edy Tuhirman menambahkan, “Generali fokus untuk menyediakan layanan perlindungan jiwa secara aktif, melalui kemudahan proses dan solusi yang inovatif bagi nasabah. Perlindungan yang komprehensif, nilai manfaat yang tinggi dan cakupan lokasi perlindungan di seluruh dunia-lah yang akan membedakan posisi Generali di pasar.”

GENERALI INSURANCE PRODUK

GMP (Global Medical Plan)  – Perlindungan Medis Komprehensif di Seluruh Dunia

EXCELLENT SERVICES :

  • Cashless

  • Sesuai Tagihan

  • 000 RS Dunia

  • Usia masuk 30 hari sampai 70 tahun

  • Cover sampai 85 tahun

  • Pre-Existing Condition

GLOBAL MEDICAL PLAN (GMP) GENERALI

  • Dokter terbaik diseluruh dunia

  • Limit tahunan 35M, 25M, 10M

  • Masa tunggu semua penyakit 30 hari

  • Rawat Inap 365 hari pertahun

  • Kamar ICU 365 hari pertahun

  • Kunjungan Dokter 365 hari pertahun

RAWAT INAP SESUAI TAGIHAN

  • Aneka perawatan Rumah Sakit

  • Kunjungan Dokter Umum

  • Kunjungan Dokter Spesialis

  • Perawatan sebelum Rawat Inap 90 hari

  • Perawatan sesudah Rawat Inap 90 hari

  • Konsultasi dan Resep Obat

  • Test Diagnose dan Laboratorium

  • Fisioterapi

BENEFIT PEMBEDAHAN SESUAI TAGIHAN

  • Biaya Pembedahan

  • Transplantasi Organ

  • One Day Surgery

  • Biaya Protensa dan Implan

RAWAT JALAN SESUAI TAGIHAN

  • Perawatan KANKER

  • Cuci Darah

  • CT/MRI/PET SCAN

  • Gigi Darurat Kecelakaan

  • Rawat Jalan Darurat Kecelakaan

PENGECUALIAN MANFAAT

Manfaat ini tidak berlaku apabila diakibatkan/ mengakibatkan hal dibawah ini :

1. Berada di dalam masa tunggu

 

2. Perawatan yang diakibatkan luka atau kecelakaan karena :

 

  • Perjalanan karena pesawat terbang, kecuali sebagai penumpang pada penerbangan yang terjadwal dan berlisensi

  • Olahraga atau aktivitas yang memiliki tingkat resiko yang tinggi, termasuk namun tidak terbatas pada perlombaan kecepatan.

 

3. Perawatan yang terjadi karena dibawah ini :

 

  • Medical Check-Up

  • Obat-obatan yang tidak sesuai dengan diagnose, gejala atau pertanda yang disebabkan oleh satu ketidakmampuan

  • Perawatan yang tidak diperlukan atau perawatan yang bertolak belakang pada konsep perawatan medis yang biasanya dan biaya yang tidak sesuai

  • Obat-obatan tradisional

  • Perawatan untuk tujuan tertentu

  • Perawatan untuk alasan kecantikan / kosmetik

  • Perawatan yang berhubungan dengan kegagalan dalam pertumbuhan anak (failure to thrive)

  • Perawatan untuk penyakit bawaan (congenital defects)

  • Perawatan yang berhubungan dengan alcohol dan zat-zat adiktif

  • Perawatan gigi, kecuali yang diakibatkan oleh kecelakaan

  • Perawatan yang berhubungan dengan kehamilan, kelahiran dan segala komplikasinya

  • Perawatan mata untuk kepentingan kecantikan, atau yang berhubungan dengan refraksi mata

  • Perawatan yang diakibatkan oleh penyakit seksual menular

  • Sunat dan segala komplikasinya kecuali yang disebabkan oleh penyakit luka kecelakaan

  • Obat-obatan yang termasuk dalam kategori suplemen makanan

 

  • Epidemi dan Pandemi yang ditentukan oleh pihak yang berwenang sesuai peraturan yang berlaku

  • Perawatan untuk penyakit atau luka atau kecelakaan yang berhubungan baik secara langsung maupun tidak, termasuk namun tidak terbatas pada demonstrasi kerusuhan perang atau kejadian yang serupa, kecuali sebagai korban

 

4. Tindakan melanggar hokum atau tindakan kejahatan atau percobaan melakukan kejahatan secara langsung atau tidak langsung oleh Pemegang Polis, Tertanggung atau Yang Ditunjuk dalam Polis.

Untuk Informasi Produk dan Konsultasi Finansial Anda silahkan menghubungi :

Bonita : 0852-5482-5710 (Generali Galaxy Pontianak)