Jual Ikan Arwana Super Red Murah | Arwana PsP Pontianak

Arwana PsP Pontianak adalah Pusat Grosir, Dealer, Agen, Toko, Produsen, Importir, Ekportir, Distributor Resmi Arwana PsP Pontianak jual ikan Arwana Super Red asli Kalimantan Barat. Tersedia juga Arwana Super Red Sisik I Tiaw Lung.

Ikan Arwana Super Red yang dalam bahasa latin bernama Sceleropage Formosus atau bahasa gaulnya Dragon Fish, bahasa daerahnya biasa disebut ikan payang, siluk, silok, kelasa, khayangan atau juga kalikasi.

Ikan Arwana Super Red ini dipelihara bukan hanya karena warna sisiknya yang cantik, subuhnya yang kekar dan warnanya. Tetapi konon, ikan yang berasal dari pedalaman Kalimantan ini punya kemampuan menolak bala dan di percayai sebagai ikan pembawa keberuntungan.

Bahkan bagi sebagian orang berduit, memelihara Arwana sudah menjadi gaya hidup, simbol keberhasilan, keperkasaan, dan kejayaan pemiliknya. Perpaduan berbagai hal itulah yang menjaga harga Arwana tetap tinggi. Ikan Arwana termasuk ikan yang tak mudah dirawat. Arwana tak bisa hidup di air yang kotor. Ia juga membutuhkan akuarium yang besar.

Maklumlah, ukuran Arwana bisa menyamai lengan orang dewasa. Namun berbagai kesulitan pemeliharaan segera terbayar saat memandang ikan naga ini menari di akuarium.


Ikan Arwana sendiri merupakan ikan yang tergolong satwa langka Indonesia dengan habitat asli dari Kalimantan dan juga Papua. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang khas, berkesan gagah dan sedikit angkuh, dilengkapi dengan sungut pada mulutnya dan sisik yang besar dengan susunannya yang harmonis, membuat keindahan dari ikan ini sangat menonjol. Ikan ini berenang dengan tenang sehingga jika diletakkan dalam akuarium akan membuatnya benar benar terlihat sebagai ikan yang anggun.

Ada beberapa jenis ikan arwana, seperti Arwana Silver, Arwana Gold, Arwana Papua, Arwana Giok, Arwana Brazil, Arwana Platinum, Arwana Super Red, Arwana Red dan sebagainya.

Namun yang mempunyai harga jual tertinggi ataupun paling diminati oleh penggemar ikan naga ini adalah jenis Super Red. Jenis ini dipercaya membawa keberuntungan (hokie) bagi pemiliknya dan pembawa kekayaan sekaligus dapat menaikkan status sosial sang pemilik terutama jika memiliki Arwana dengan spesifikasi khusus yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Pada awalnya ikan ini dikenal sangat sulit untuk berkembang biak di luar habitat aslinya, namun pada perkembangannya ikan ini dapat berkembang biak pada tambak ataupun kolam-kolam buatan dengan air yang telah diatur keasaman ataupun suhunya. Hal ini memungkinkan penangkaran dapat dilakukan jauh dari habitat asli ikan ini.

ARWANA PSP PONTIANAK sudah melayani pengiriman ke luar negeri seperti ke negara : JEPANG, ARAB SAUDI, TURKI, AMERIKA SERIKAT, BELANDA, SPANYOL, ITALY, FRANCE, AUSTRALIA, MALAYSIA, INGGRIS, JERMAN, RUSIA dan masih banyak lagi negara-negara lainnya.

Pusat Grosir, Dealer, Agen, Toko, Eksportir, Distributor Resmi jual Ikan Arwana Super Red asli pedalaman Kalimantan Barat wilayah Kapuas Hulu berbagai ukuran dengan sertifikat dan chip harga murah bersaing! Tersedia juga Arwana Super Red Sisik I Tiaw Lung silahkan menghubungi :

ARWANA PsP PONTIANAK
Alamat :
BONITA & ELFIAN HOUSE (DANAU SENTARUM)
Gang. Berkat Usaha No.04, Sei – Jawi Dalam, Kota Pontianak
Kalimantan Barat
Kontak Person : Tn. M. Fadel Aqsha Ramadhan
HP (WhatsApp) :  0821-5044-7909

Google Map Lokasi :

https://goo.gl/maps/TSAM6UiHoR6NRkJ28

Advertisements

6 Katagori Kekerasan Verbal Pada Anak | Asuransi Generali Pontianak

Kekerasan emosional bisa berdampak buruk bagi masa depan anak, hindari melakukan enam jenis kekerasan emosional ini agar anak bisa tumbuh dengan perasaan aman dan penuh cinta.

Kekerasan tidak hanya berbentuk fisik seperti pemukulan, ada bentuk kekerasan lain yang dampaknya lebih merugikan, yakni kekerasan emosional. Kekerasan emosional pada anak terjadi saat orangtua ingin agar anak selalu bergantung padanya, sehingga menggunakan segala cara agar anak tidak berpaling ke orang lain.

Siapa yang sering melakukan kekerasan emosional terhadap anak?

Selain bullyingsecara verbal di sekolah, anak bisa mendapatkan kekerasan emosional dari orangtua. Yang sering melakukan hal ini adalah tipe orangtua narsis, yang selalu ingin agar anak dekat dengannya, dan selalu bergantung padanya.

Orangtua narsis memiliki watak obsesif, posesif dan manipulatif. Ia melakukan segala cara agar anak tidak bisa mandiri, sehingga selalu bergantung pada orangtua.

Orangtua narsis juga seringkali memaksakan obsesi atau impian pribadinya terhadap anak, memaksa anak berperilaku dan berpenampilan sesuai keinginannya. Sehingga anak tidak memiliki kebebasan untuk menentukan apa yang ia sukai dan apa yang ia tidak sukai.

Jenis-jenis kekerasan emosional yang dilakukan orangtua narsis

Kekerasan emosional bisa berpengaruh buruk terhadap perkembangan mental anak, sehingga lebih baik dihindari. Mengacu pada The Minds Journal, berikut ini adalah 6 jenis kekerasan emosional yang sering dilakukan oleh orangtua narsis.

1. Penolakan

Orangtua narsis yang menampakkan perilaku penolakan terhadap anak, seringkali secara sadar atau tidak sadar membuat anak merasa bahwa dirinya tidak diinginkan. Parahnya lagi, tidak hanya dengan satu cara namun dengan berbagai macam cara.

Bersikap merendahkan anak, atau mengacuhkan kebutuhannya adalah salah satu tipe kekerasan emosional yang mungkin terjadi. Contoh lainnya ialah, menyuruh anak pergi, atau lebih parah lagi, memintanya enyah dari hadapan orangtua.

Memanggilnya dengan nama-nama yang tak pantas, mengatakan bahwa ia tidak berguna, menjadikan anak sebagai kambing hitam, atau menyalahkan dia atas masalah yang terjadi pada saudaranya atau masalah keluarga. Semua hal tersebut adalah kekerasan emosional yang sangat menyakitkan bagi anak.

Menolak untuk bicara atau memeluk anak yang masih kecil saat ia tumbuh, juga bisa dikategorikan sebagai kekerasan. Berikut adalah rincian perilaku penolakan yang bisa berdampak buruk bagi perkembang mental anak.

  • Kritik yang diberikan secara terus menerus
  • Memanggil dengan nama buruk
  • Mengatakan pada anak bahwa dia jelek
  • Membentak atau mengutuk anak
  • Terus-terusan merendahkan anak, seperti menjulukinya bodoh atau idiot
  • Candaan yang merendahkan
  • Mengucapkan kata-kata yang mempermalukan anak di depan orang lain
  • Menggoda anak mengenai penampilan fisik, atau berat badannya
  • Menyatakan penyesalan karena anak tidak terlahir dengan jenis kelamin yang berbeda
  • Menolak untuk memeluk atau menunjukkan sikap penuh kasih sayang
  • Dengan sengaja meninggalkan anak sendirian di rumah, atau di tengah keramaian
  • Tidak mengikutsertakan anak dalam aktivitas keluarga
  • Memperlakukan anak yang sudah besar (remaja atau dewasa muda) seperti anak kecil
  • Mengucilkan anak dari keluarga
  • Tidak mengijinkan anak membuat keputusan sendiri yang masuk akal

2. Mengabaikan anak/orangtua bersikap acuh

Orang dewasa yang memiliki masalah pada pemenuhan emosi, seringkali tidak mampu merespon kebutuhan emosional anak. Mereka tidak bisa menunjukkan keterikatan yang baik atau memberikan pengasuhan yang positif.

Mereka akan menunjukkan sikap tak tertarik pada sang anak, atau menahan kasih sayang mereka. Atau bahkan gagal untuk mengenali kehadiran anak mereka sendiri.

Seringkali, orangtua hanya hadir secara ragawi, namun secara emosional mereka tidak ada. Mereka tidak bisa merespon atau berinteraksi dengan anak, secara terus menerus. Hal ini merupakan kekerasan terhadap emosional dan psikologis anak.

Berikut ini adalah contoh perilaku pengabaian terhadap anak.

  • Tidak merespon perilaku spontan balita saat berada di kegiatan sosial
  • Tidak menunjukkan perhatian pada momen penting dalam kehidupan anak
  • Tidak peduli pada kegiatan sekolah anak, teman-temannya, dan lain-lain
  • Menolak untuk membicarakan aktifitas anak dan juga hal-hal yang menarik bagi anak
  • Merencanakan liburan atau kegiatan lain tanpa mengikutsertakan anak
  • Tidak menerima anak sebagai keturunan
  • Tidak memberikan perawatan kesehatan yang dibutuhkan anak seperti perawatan gigi dan sebagainya.
  • Tidak melibatkan diri pada keseharian anak
  • Gagal melindungi anak

kekerasan emosional terhadap anak

Mengabaikan anak dan menolak terlibat dalam kesehariannya adalah salah satu bentuk kekerasan emosional

3. Membuat anak menjadi gentar/memberikan teror pada anak

Orangtua yang menggunakan ancaman, bentakan, atau mengucapkan kata-kata kasar seperti mengutuk atau sumpah serapah, semua itu akan memberikan dampak serius yang merusak pada psikologis anak.

Mengancam, mengkritik, menghukum anak hanya karena anak menunjukkan emosi yang normal, adalah tindak kekerasan yang tidak dapat diterima. Meski dikeluarkan dalam bentuk kelakar, bisa membuat anak ketakutan dan terintimidasi. Inilah kekerasan emosional terburuk.

Mereka yang menyaksikan atau mendengar kekerasan yang terjadi di dalam sebuah rumah, namun tidak melakukan apapun, juga bisa dianggap sebagai pelaku.

Diantara teror yang bisa membuat anak menjadi gentar dan ketakutan ada di bawah ini:

  • Menggoda anak secara berlebihan
  • Berteriak, membentak, mengeluarkan sumpah serapah atau menakut-nakuti
  • Respon yang tidak terduga dan berlebihan pada perilaku anak
  • Ancaman verbal yang ekstrim, seperti akan membuang anak, mengancam akan menghancurkan benda favorit anak, mengancam membunuh peliharaan kesayangannya, mengancam mengusir anak dari rumah
  • Amukan marah yang berganti-ganti dengan sikap hangat
  • Mencaci maki anggota keluarga di depan anak, atau anak bisa mendengarnya dari ruangan lain
  • Memaksa anak menonton tayangan tak manusiawi
  • Membuat tuntutan-tuntutan yang tidak konsisten pada anak
  • Menampakkan emosi yang berubah-ubah di depan anak
  • Mempermalukan anak di depan publik

Sebuah survei melalui telepon pada tahun 1995 menyatakan bahwa saat usia anak mencapai 2 tahun, 90% keluarga telah menggunakan satu atau dua bentuk serangan psikologis pada 12 bulan belakangan.

4. Mengasingkan anak

Orangtua yang melakukan kekerasan dengan cara pengasingan, anak tidak akan diperbolehkan terlibat dalam kegiatan apapun dengan teman sebayanya. Mengurung bayi di kamar, tidak memberinya rangsangan apapun yang bisa membantu pertumbuhannya.

Mencegah anak remaja untuk ikut kegiatan ekstrakurikuler. Mengharuskan anak tetap berada di kamar sejak pulang sekolah hingga keesokan harinya, membatasi asupan makanannya. Atau memaksa anak mengasingkan diri dengan cara menjauhkannya dari teman dan keluarga.

Hal-hal seperti ini bisa sangat merusak dan dianggap sebagai kekerasan emosional, bergantung pada situasi dan tingkat keparahan.

kekerasan emosional terhadap anak

Mengasingkan anak dari dunia luar juga merupakan saah satu bentuk kekerasan emosional

Perilaku dan sikap berikut ini termasuk dalam kategori pengasingan, yang menjadi kekerasan emosional terhadap anak.

  • Meninggalkan anak sendirian dalam waktu lama
  • Menjauhkan anak dari keluarga
  • Tidak membolehkan anak memiliki teman, ataupun berinteraksi dengan anak lain
  • Memastikan anak memiliki sikap dan penampilan berbeda dari rekan sebayanya
  • Menuntut untuk belajar atau melakukan tugas secara berlebihan
  • Mencegah anak berpartisipasi dalam kegiatan di luar rumah
  • Menghukum anak karena dia mengikuti kegiatan sosial bersama teman

4. Memberi pengaruh buruk pada anak

Orangtua yang memberi pengaruh buruk pada anak dengan memperlihatkan kepada mereka perilaku buruk seperti mengonsumsi alkohol, narkoba, sikap buruk pada binatang, memperlihatkan konten seksual yang tidak pantas, atau terlibat dalam tindakan kriminal seperti mencuri, penyerangan, judi, dan lain-lain.

Mendorong anak yang masih di bawah umur untuk melakukan hal-hal terlarang adalah kekerasan, dan harus dilaporkan kepada polisi. Berikut adalah pengaruh buruk orangtua yang dikategorikan kekerasan emosional.

  • Memuji atau memberi hadiah saat anak melakukan bullying atau perilaku melecehkan kepada orang lain, mencuri, atau berbohong. Juga saat anak melakukan kegiatan seksual atau kekerasan
  • Mengajarkan anak untuk bersikap rasis, bias etnik dan fanatik terhadap suku atau agama sendiri
  • Mendorong anak untuk bersikap kasar saat melakukan kegiatan olahraga bersama teman
  • Memberi anak narkoba, alkohol dan barang ilegal lainnya

6. Eksploitasi

Eksploitasi anak bisa berbentuk manipulasi atau aktifitas yang dipaksakan, tanpa mempedulikan kebutuhan anak untuk berkembang. Contohnya, meminta anak berumur 8 tahun untuk bertanggung jawab menyiapkan makan malam keluarga, hal ini tidak patut dilakukan.

Memberi tanggung jawab pada anak melebihi kemampuan dan usianya, atau menggunakan anak untuk mendapatkan keuntungan. Hal ini disebut kekerasan. Berikut adalah bentuk eksploitasinya.

  • Mengharapkan anak kecil dan balita untuk tidak menangis adalah keliru
  • Marah saat balita tidak bisa berkembang sesuai umurnya termasuk kekerasan emosional
  • Menuntut anak untuk menjaga adiknya yang lebih kecil, atau malah merawat orangtuanya
  • Menyalahkan anak atas perilaku salah yang dilakukan saudaranya
  • Memberi tanggung jawab yang tidak masuk akal pada anak
  • Mengharapkan anak menjadi tulang punggung keluarga
  • Mendukung anak untuk berpartisipasi dalam pornografi
  • melakukan kekerasan seksual pada anak atau remaja

***

Itulah keenam jenis kekerasan emosional yang dilakukan terhadap anak, bila Anda secara tak sadar telah melakukannya, segera hentikan. Bila melihat tetangga atau orang terdekat melakukannya, laporkan.

Anak berhak untuk tumbuh dengan perasaan bebas, mandiri, dan merasa dicintai. Bila sejak dini ia telah menerima kekerasan baik secara emosional maupun fisik, perkembangan mentalnya akan terganggu, dan ia bisa menjadi orang berperilaku buruk di masa depan.

Mari, stop kekerasan pada anak dengan cara apapun.

Artikel by :

https://id.theasianparent.com/6-jenis-kekerasan-emosional-pada-anak/

KPAI : Komisi Perlindungan Anak Indonesia

Pengertian Tentang Asuransi | Asuransi Jiwa

ASURANSI JIWA

Asuransi jiwa adalah sebuah kontrak di mana perusahaan asuransi menawarkan untuk membayar jumlah tertentu secara sekaligus maupun secara berkelanjutan dalam jangka waktu tertentu apabila sebuah kejadian yang melibatkan nyawa manusia terjadi, sebagai ganti dari sebuah premi sebagai kompensasi bagi pemegang polis.

Selain dari risiko spesifik, premi asuransi juga mencakup semua biaya yang terkait dengan pengadaan dan administrasi dari perjanjian yang dibuat, atau bisa disebut juga biaya operasional (dalam istilah bisnis disebut dengan loadings). Pihak-pihak yang bersangkutan dalam perjanjian antara lain: perusahaan asuransi, pihak yang diasuransikan, dan pemegang polis yang membayar premi, dan beneficiary, yakni orang yang menerima kompensasi dari perusahaan asuransi. Pihak yang diasuransikan, pemegang polis, dan beneficiary bisa jadi orang yang sama. Tipe perjanjian seperti ini dapat dibagi ke dalam dua kategori yang berbeda secara konseptual: polis dengan jaminan murni resiko dan polis dengan murni investasi. Di sisi lain, dana pensiun adalah sebuah kategori polis asuransi yang spesifik dimaksudkan untuk tujuan-tujuan terkait kesejahteraan, dan dengan demikian dikontrol dalam aturan nasional Pensiun dan Kesejahteraan dan pada umumnya berupa investasi jangka panjang.

Perusahaan Asuransi Generali adalah perusahaan yang bermaskas di Italia yang sudah banyak membuka perwakilannya diseluruh dunia, Perusahaan Asuransi Generali juga sudah mendirikan perwakilannya di Indonesia dan sudah banyak berdiri juga dibeberapa propinsi, kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Asuransi Generali memang terbilang baru di dunia asuransi namun dengan komitmen dan pelayanannya kepada nasabah perusahaan ini terbilang maju pesat dikarenakan selain pelayanan yang terbaik serta komitmen yang jelas kepada seluruh nasabahnya, perusahaan ini juga dilindungi oleh sistim keamanan yang kuat sehingga menjamin dana seluruh nasabahnya.

Sistim keamanan yang dimiliki oleh Asuransi Generali inilah yang membuat keyakinan para nasabahnya akan keamanan dalam berinvestasi membuat semakin banyak peminatnya diseluruh dunia dan termasuk di Indonesia. Sistim keamanan tersebut terkenal dengan sebutan ARMS (Auto Risks Management System | Generali Indonesia), karena ada banyak perusahaan asuransi berdiri namun tidak semua dilengkapi dengan sistim keamanan yang menjaga dana nasabahnya tetap aman.

Jadi segeralah bergabung dengan kami di Generali Life Insurance Indonesia, untuk informasi tentang produk-produk apa saja yang dimiliki oleh Asuransi Generali dan fasilitas pelayanan apa saja yang bisa didapat, silahkan menghubungi :

Mrs. Bonita Yuanti Dewi

Marketing Agent Generali Galaxy Pontianak

Phone Number : 082254825710

Apa itu kanker payudara ? Info Kesehatan Generali Galaxy Pontianak

Apa itu kanker payudara?

 

Kanker payudara dimulai ketika sel-sel di payudara mulai tumbuh di luar kendali. Sel-sel ini biasanya membentuk tumor yang sering terlihat pada x-ray atau merasa sebagai benjolan. Jika sel-sel tumor ganas (kanker) dapat tumbuh menjadi (menyerang) jaringan atau penyebaran (metastasis) ke daerah yang jauh dari tubuh sekitarnya. Kanker payudara terjadi hampir seluruhnya pada wanita, tetapi pria bisa mendapatkannya juga.

Sel di hampir setiap bagian dari tubuh dapat menjadi kanker, dan dapat menyebar ke area lain dari tubuh. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana semua kanker mulai menyebar dan, lihat apa-apakah Kanker?


Informasi ini hanya mengacu pada kanker payudara pada wanita. Untuk informasi tentang kanker payudara pada pria, melihat Kanker Payudara pada Pria.

 

Kanker payudara dapat mulai dari berbagai belahan payudara. Kebanyakan kanker payudara dimulai di saluran yang membawa susu ke puting (kanker duktal). Beberapa mulai di kelenjar yang membuat air susu ibu (kanker lobular). Ada juga tipe lain dari kanker payudara yang kurang umum.


Sejumlah kecil kanker mulai di jaringan lain di payudara. Kanker ini disebut sarkoma dan lymphomasand tidak benar-benar dianggap sebagai kanker payudara.


Meskipun banyak jenis kanker payudara dapat menyebabkan benjolan pada payudara, tidak semua lakukan. Ada gejala lain dari kanker payudara, Anda harus berhati-hati dan melaporkan kepada penyedia perawatan kesehatan.


Ini juga penting untuk memahami bahwa sebagian besar benjolan payudara bukan kanker, mereka jinak. tumor payudara jinak adalah pertumbuhan abnormal, tetapi mereka tidak menyebar di luar payudara dan mereka tidak mengancam nyawa. Tetapi beberapa benjolan jinak payudara dapat meningkatkan risiko seorang wanita terkena kanker payudara. Setiap benjolan payudara atau perubahan perlu diperiksa oleh dokter untuk menentukan apakah itu jinak atau kanker, dan apakah itu mungkin berdampak risiko kanker masa depan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, lihat “Apa faktor risiko untuk kanker payudara?” Dan Kondisi Payudara Non-kanker.

 

Bagaimana Kanker Payudara Menyebar
 

Kanker payudara dapat menyebar melalui sistem getah bening.Sistem getah bening termasuk kelenjar getah bening, pembuluh getah bening dan cairan getah bening ditemukan di seluruh tubuh. Kelenjar getah bening adalah koleksi kecil, berbentuk kacang sel sistem kekebalan tubuh yang dihubungkan oleh getah bening (atau limfatik) kapal. pembuluh getah bening seperti pembuluh darah kecil, kecuali bahwa mereka membawa cairan bening yang disebut getah bening (bukan darah) dari dari payudara. Bening berisi cairan jaringan dan produk-produk limbah, serta sel-sel sistem kekebalan tubuh. sel-sel kanker payudara dapat memasuki pembuluh limfe dan mulai tumbuh di kelenjar getah bening.

Sebagian besar pembuluh getah bening payudara mengalir ke:
– Kelenjar getah bening di bawah lengan (ketiak node).
– Kelenjar getah bening di sekitar tulang selangka (supraklavikula dan kelenjar getah bening infraklavikula)
– Kelenjar getah bening di dalam dada dekat tulang dada (kelenjar getah bening mamaria interna)…… 

Lihat halaman selanjutnya ! 

Info kesehatan by

Asuransi Jiwa Generali Pontianak  

Kontak Person : Ibu. Bonita Yuanti Dewi 

Mobilephone & WhatsApp : 0822-5482-5710